Review Film Thor: Love and Thunder, Ketika Cinta Lama Belum Kelar Hadir Kembali
Perjalanan mencari jati diri itu tak akan mudah. Banyak hal yang harus dilalui, terkadang harus menutup hati rapat-rapat. Ingin kembali jatuh cinta tapi takut ditinggalkan lagi. Atau bahkan bayang-bayang masa lalu masih menghantuinya.
Perjalanan mencari jati diri bukan hanya kita saja yang mengalaminya, seorang Thor Sang Dewa Petir juga mendapati kegalauan di hatinya. Mencoba bertapa bertahun-tahun, berkeliling planet bersama sahabat dari The Guardian of Galaxy.
Dari planet satu ke lainnya mereka selalu bersama. Namun Thor lebih sering bermeditasi dan tampak ingin pensiun dari peperangan. Bahkan senjata andalannya, Stormbreaker, ditancapkan ke tanah, tanda bahwa menyudahi peperangan.
Thor akan bangkit ketika ada yang meminta tolong dan mengatakan, "Thor, tolong segera hentikan perang ini," ya begitulah. Ketika mendengar kalimat itu, dia kembali beraksi menumpas kejahatan.
Di film terbarunya, Thor: Love and Thunder, selain menumpas kejahatan, juga menemukan kembali hatinya yang telah lama mati. Cinta, iya, yang ia butuhkan ialah cinta.
Profil Film Thor: Love and Thunder
Director: Taika Waititi
Distributed by: Walt Disney Studios Motion Pictures
Actor/Actress:
Chris Hemswort as Thor Odinson
Natalie Portman as Dr. Jane Foster or The Mighty Thor
Tessa Thompson as King Valkyrie or King New Asgard
Taika Waititi as Korg
Christian Bale as Gorr The God Butcher
Release date: July 6, 22 (Indonesia)
Sinopsis Film Thor: Love and Thunder
Gorr The God of Butcher, sumber: IG @thorofficial |
Tanah yang kering, angin kencang dan teriknya matahari, tak membuat patah semangat seorang ayah untuk melindungi putri kecilnya. Pria itu hanya bisa berdoa kepada Dewa-nya agar diberi setetes air, bukan untuk dirinya tapi untuk putrinya.
Selama ini dia telah mengabdi kepada sang Dewa-nya itu, keinginannya agar putrinya hidup. Sayangnya, kenyataan berkata lain, putrinya meninggal karena kelaparan, kehausan dan kelelahan. Tidak ada makanan, tidak ada air di tempat gersang.
Setelah kematian putrinya, pria yang bernama Gorr itu mendengar seperti bisikan yang memanggilnya. Dia mengikuti suara itu, ternyata ada oase yang penuh dengan air dan makanan. Dia juga bertemu dengan Dewa-nya dan meminta imbalan keabadian. Dan Dewa-nya itu menolaknya, Gorr marah besar dan membunuh Dewa-nya dengan pedang Necrosword. Merupakan pedang pembunuh para dewa. Uniknya, pedang ini ialah pedang hidup. Benda ini bisa memilih siapa yang harus menjadi pemiliknya. Dan pilihannya jatuh pada Gorr.
Sejak saat itu Gorr berubah menjadi Gorr The God Butcher atau yang dikenal sebagai jagal Dewa. Satu per satu dewa mulai diserang, salah satunya Sif, sahabat lama Thor.
Di sisi lain, Dr. Jane Foster mengidap kanker stadium 4. Oh ya, wanita ini adalah mantan kekasih Thor yang memutuskannya hanya dengan sepucuk surat. Jane terus menyibukan diri di laboratorium hingga lupa bahwa dirinya sedang sekarat.
Jane Foster, sumber IG @chrishemsworth |
Jane merupakan orang yang percaya mistis terlebih tentang para dewa-dewa luar angkasa khususnya Viking Luar Angkasa, yakni Thor, mantan kekasihnya. Di rumahnya pun terdapat banyak buku seputar Asgard, Mjolnir dan lainnya.
Hingga Jane percaya mitos bahwa Mjolnir bisa menyembuhkan penyakit apapun dan memberi kekuatan. Jane datang ke New Asgard. Menyaksikan Mjolnir yang sudah dihancurkan oleh Hela, Kakak Thor di Film Thor: Ragnarok. Mjolnir itu bergerak menjadi satu kembali.
Thor masih di luar angkasa bersama team The Guardian of Galaxy. Setelah mengetahui Sif terluka, Thor berpamitan ke team The Guardian of Galaxy. Thor dan Korg, beserta 2 ekor kambing luar angkasa yang diberi oleh King Yakan ke daerah bersalju dimana Sif terluka.
Kambing pemberian King Yakan |
Sif menceritakan semuanya, bahwa ada Jagal Dewa yang akan membunuh semua dewa. Dan selanjutnya yang akan diserang ialah Asgard.
Benar terjadi Gorr si Jagal Dewa itu datang ke New Asgard. Beruntung ada King Valkyrie yang selalu sigap. Thor juga datang untuk membantu serangan dari Gorr. Termasuk Jane, The Mighty Thor yang berhasil menggunakan Mjolnir. Ah, rasa gugup itu tampak jelas ketika Thor melihat Jane.
Thor, Jane, dan Valkyrie mampu menahan serangan dari Gorr. Mengerti dirinya tidak mampu mengimbangi mereka, Gorr kabur dengan serta menculik anak-anak Asgard. Mereka menjadi sandera dan dibawa ke Alam Bayangan. Dimana tidak ada warna di situ, hanya hitam dan putih.
Mereka pun mencari cara agar mampu menembus Alam Bayangan. Namun, mereka tidak mengerti bahaya apa saja yang dihadang mereka. Menghadapi Gorr The God Butcher ialah bukan hal yang mudah. Terlebih di alamnya.
Kenyataan pahit harus diterima, Thor mengetahui bahwa Jane terkena kanker stadium 4.
Di Alam Bayangan mereka terluka. Akhirnya Thor dan lainnya mengundurkan diri. Dengan stormbreaker, membuka Bifrost ke New Asgard.
Sayangnya, kapak itu pun berhasil direbut oleh Gorr.
Di New Asgard, Jane kembali masuk ke rumah sakit. Iya, harus. Untuk mendapatkan perawatan intensif, dan dilarang menggunakan Mjolnir lagi karena bisa menyedot tenaganya.
King Valkyrie, sumber IG @chrishemsworth |
Sedangkan Valkyrie juga terluka. Ya, dia kena tusuk pedang Necrosword.
Akhirnya Thor ke Alam Bayang sendirian dengan membawa senjata Zeus.
Karena sebelum ke Alam Bayangan sebelumnya, Thor dan teman-temannya itu menyerang singgasana Zeus. Bahkan mengambil senjata petirnya.
Nah, apakah Thor berhasil mengalahkan si Jagal Dewa itu? Lalu bagaimana dengan anak-anak yang disandera? Dan bagaimana nasib Jane? Di sinilah Thor benar-benar diuji.
Apakah Thor: Love and Thunder Layak Ditonton?
Thor ketika merenung mencari jati diri |
Sebagai pecinta film Marvel, tentu saja saya akan mengatakan, "Ya, film ini layak untuk ditonton, tapi ada beberapa poin yang harus diperhatikan."
Film Thor: Love and Thunder bukanlah film yang benar-benar mutlak tentang Super Hero
Sesuai dengan judulnya Love and Thunder, tentu saja berkaitan dengan cinta. Thor dan Jane sama-sama teringat kenangan masa lalu ketika bersama. Delapan tahun yang silam mereka yang penuh kemesraan, bermain sepatu roda bersama. Makan bersama, hingga masalah mulai timbul.
Baca juga:
Perbedaan latar belakang mereka tidak bisa dipungkiri karena memang banyak sekali perbedaan. Thor sebagai Dewa Petir juga Hero, tentunya banyak sekali yang harus diselesaikan. Menumpas kejahatan. Bergabung dengan Avengers melawan serangan Thanos dan lainnya.
Sedangkan Jane orang yang sibuk di laboratorium. Juga seorang wanita yang pada umumnya. Memiliki rasa ingin dicintai, diperhatikan dan sebagainya.
Karena masalah kecil itu mereka putus. Tapi sampai sekarang mereka masih belum menemukan penggantinya. Bahkan Thor sengaja menutup hatinya, karena tidak ingin terluka lagi.
Hingga mereka dipertemukan kembali. Menjalin cinta lama yang belum kelar. Ya, itu dari kisah romansa mereka.
Dari sisi Thunder Sang Dewa Petir, jujur sedikit kecewa sih. Thor tidak segarang di seri sebelumnya terutama di Ragnarok dan Avengers: Infinity War. Thor di situ tampil luar biasa garangnya.
Di Film Thor: Love and Thunder ini termasuk film yang komplit, antara komedi, romansa juga action. Buat pecinta Thor, tentu saja harus menontonnya, biar bagaimanapun, ada pesan moral yang tersampaikan.
Pesan Apa Saja yang Terdapat di Film Thor: Love and Thunder
Di setiap film tentunya ada pesan yang bisa disampaikan. Di Film Thor: Love and Thunder ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajarannya.
1. Mengharapkan Sesuatu yang Lebih Bisa Membuat Kecewa
Hal itu terjadi pada Gorr, ketika dia sudah hidup menderita bahkan putrinya meninggal, tapi harapannya tak terpenuhi. Dia kecewa dan marah, bahkan hilang akal sehat karena Pedang Necrosword memilihnya.
2. Cinta dan Benci itu Bedanya Tipis
Ketika Thor dan Jane bersama mereka tak jarang bertengkar hingga membuat emosi dan saling benci. Di saat mereka berpisah, ternyata kenangan itu tak bisa terlupakan, bahkan keduanya tak bisa menggantikan dengan yang lainnya.
3. Apapun Itu, Cinta ialah Hal Terpenting Dalam Hidup
Bagaimana jika hidup tak memiliki cinta? Atau bahkan kekurangan cinta? Hatinya gersang. Itu yang dirasakan Thor. Selalu menutup hatinya dari cinta, tak ingin terluka lagi.
Sedangkan Gorr pun hatinya tertutup, tak mengerti cinta lagi disaat putri kecilnya meninggal. Namun, pada akhirnya Gorr tersadar ketika mendengarkan kalimat Thor, "Terserah apapun yang ingin kau dapatkan. Aku lebih memilih cintaku," ya kurang lebih seperti itu kalimat Thor ke Gorr.
Kesimpulan
Tak terasa begitu banyak kata yang saya ungkapkan dari Film Thor: Love and Thunder. Meskipun kecewa karena Thor tak segarang di Ragnarok dan Infinity War, film ini cukup menghibur.
Ada komedi, cinta dan perang melebur menjadi satu dalam tampilan layar yang menarik. Sedihnya sih, informasi dari Sutradara Taika Waititi, aslinya durasi film tersebut sampai 4 jam, tapi dipangkas hanya 119 menit. Ini jadi filmnya Marvel yang terpendek.
Selain itu, hal yang menarik dari film ini di Credits Scene menjelaskan bahwa Zeus belum mati, dan akan balas dendam karena sudah dibuat malu oleh Thor.
Semoga saja ada Thor seri ke-5. Dimana Thor dan Hercules beradu kekuatan. Mungkin akan sangat menarik. Ya, semoga saja.
Sebenarnya saya tipe orang yang kurang menyukai film laga begini tapi karena selalu box office mau nggak mau ditonton juga
ReplyDeleteAku bukan penggemar Marvel, tapi satu kesan pertama dari Thor: Aku suka posternya dan bentuk hurufnya haha! Jadi ga sabar nungguin film ini di,, hotstar
ReplyDeleteSaya jujur belum pernah nonton film Thor ini, Mbak. Jadi kalau sudah seri ke 4, waduh.. ke mana saja saya hahaha.
ReplyDeleteNamun kalau seri ke 4 ini ceritanya berputar soal cinta Thor dan Jane. Dari segi latar mereka memang berbeda. Namun terkadang kekuatan cinta bisa menyatukan perbedaan hehehe.
Terima kasih untuk reviewnya. Saya sudah agak bosan dengan cerita Marvel. Tapi senang lihat Chris Hemsworth gondrong lagi. Hehehe.
ReplyDeleteSaya juga nonton film Thor Love and Thunder di hari perdana penayangannya menemani nak bujang yang emang mengikuti film2 Marvel.
ReplyDeletePertama lihat dalam ahti langsung bilang, kenapa jadi film komedi gini? wkwkwkwk *emak2 payah sayanya.
Aktingnya Christian Bale sebagi Gorr keren banget. Setuju jika cinta bisa jadi benci bahkan dendam karena kurang pengabaian, sebaliknya benci bisa jadi cinta karena perhatian dan kepercayaan.
Wah ternyata mba Ery penyuka film bergenre hero gitu ya, aku udah jarang banget nonton film action semacam ini. Tapi boleh juga nih setelah baca ringkasan ceritanya jadi pengen nonton
ReplyDeleteMaak aku sekeluarga gak mengikuti perkembangan dunia perfilman tapi dengan membaca ulasan film Thor ini jadi tahu.
ReplyDeleteMakasih semangat selalu mengupas riview film lain. (Gusti yeni)
Wah buat para penggemar Thor dan yang mengikuti dari sesi 1 pasti sangat senang dengan sesi 4 ini ya.
ReplyDeleteHmm, ikut mendoakan semoga yang selanjutnya bisa makin gereget lagi
Wah iya, menarik banget cerita film Thor ini mbak
ReplyDeleteAda bumbu bumbu romance nya ya
Hmm, aku belum sempat nonton nih
wah film superhero tapi ada sisi romantisnya juga ya. Aku belum nonton nih film Thor karena kurang begitu tertarik dengan tema superhero. Baca reviewnya jadi pengen coba nonton.
ReplyDeleteEmang sengaja Thor dibikin ga segarang di seri sebelumnya, karena ciri khas sutradaranya Taiki Waititi yg suka eksperimen warna warni.
ReplyDeleteLihat poster domba yg itu jadi kepikiran Asgar tuh emang artinya Asli Garut hihi.
Pada hari pertama dirilis, udah seneng banget ketika hendak pergi ke bioskop. Eh, malah gagal dan belum tercapai sampe sekarang. Padahal udah penasaran banget sama aktingnya my fav one Chris Hemswort
ReplyDeleteHiks kayaknya aku tim terakhir yang belum nonton film ini
ReplyDeleteKata temen emang bagus bangettt, jadi penasaran. Aku sendiri nggak selalu mengikuti rangkaian film Marvel..kadang ya suka telat nontonnnya
Thor lagi merenung aja tetap kelihatan ganteng. Hehehe... Kelihatannya seru banget nih buat kutonton.
ReplyDeleteEaaakk film Thor ini ada CLBKnya yaa, saya sudah nonton dan seru sekaliiiii. Film marvel ga pernah ngecewain sih, jadi pengen nonton lagi hehehe 😍
ReplyDeleteKayaknya di next film Thor ada karakter hercules anaknya zeus deh.
wadidaaaw, kalau soal CLBK itu complicated sih ya.
ReplyDeletebahkan sekelas Thor pun juga bisa galau karena cinta ya, bahkan menutup diri tak ingin terluka lagi karena cinta, ffuufufuh,
119 menit ya? hmm bolehlah ini jadi nontonan saat senggang :)
penasaran pengen nonton, tapi ini kalau aku ngajakin anak usia 7 tahun aman enggak sih?
ReplyDeleteAku nonton Thor cuma yg pertama aja mbak hahahaha setelah itu nggak nonton2 marvels lagi karena ada bayi, nanti deh aku mau lanjtin Thor lagi sampai ini
ReplyDeleteDaya tarik Film Marvel itu selalu ada prekuel sekuel yang jalan ceritanya tidak terduga, membuat penonton berdecak kagum karena idenya dan menyambungkan dari satu karakter ke karakter lainnya begitu apik.
ReplyDeleteWah, spoiler, hwkwkwkk... Btw setuju banget dengan pernyataan di atas, "cinta adalah hal yang terpenting dalam hidup."
ReplyDeleteAku ngga ngikutin film ini. Jadi pengen nonton film yang sebelum sebelumnya deh. Baca disini jadi punya gambaran sekilas...
ReplyDeleteAku belum nonton Thor ini. Bagi pecinta marvel pasti wajib ya nonton ini. Dari sinopsisnya sih seru banget dan kayaknya nggak ngebosenin. Soon mau nonton ah. Udah muncul di semacam Netflix dll belum ya? Punya bocil, kmrn susah ke bioskop wkwk
ReplyDeleteThor ada yang baru yah? Ko aku ketinggalan banget infonyaa, kebetulan pecinta Marvel aku tuh kak. Makasih infonya kak
ReplyDeleteWah wah Thor ada yang baru tho? Ya ampun kemana aja diriku. Padahal suka nonton Thor terutama yang pertama. Masukin list ah. Makasih review-nya ya mbak
ReplyDeleteWkwkwkw.. judulnya menggelitik, belum kelar hadir kembali hihihih.. unik ajah sih kak yah, kalau ada intrik kisah lope-lope di film dengan tokoh superhero, sebesar apapun kekuatan super yang dimiliki, kalau sudah masalah hati, kelar deh :)
ReplyDeleteYa ampun pengen banget nonton film Thor: Love and Thunder ini di bioskop, tapi saya udah pindah ke kota yang gada bioskop. Lengkap banget reviewnya kak plus penjelasan tentang psan yang tersirat dalam film! semakin penasaran tuk nonton.
ReplyDeletesaya kemarin juga nonton film Thor ini. menurut saya ini filmnya memang lebih lemah dibanding film thor sebelumnya. kayak lebih kayak film komedi jadinya
ReplyDeleteWah aku auto liat di app buat liat trailernya, seru nih filmnya Mbak. Karena aku lumayan suka film action dan romace Mbak.. Kayaknya bisa nih wishlist tontonan weekend nanti, hehe
ReplyDeleteAku bukan pecinta Marvel, jadi belum kepikiran buat nonton Thor: Love and Thunder ini. Mungkin lain waktu yaaa
ReplyDeleteBtw, cinta lama belum kelar dan hadir lagi, bakal jadi PR tersendiri, bukan hanya buat superhero
Aku bukan pecinta Marvel, jadi belum kepikiran buat nonton Thor: Love and Thunder ini. Mungkin lain waktu yaaa
ReplyDeleteBtw, cinta lama belum kelar dan hadir lagi, bakal jadi PR tersendiri, bukan hanya buat superhero
Saya bukan pecinta film Marvel tapi ada beberapa yang sudah saya tonton dan menarik. Nah, ini film terbarunya ya. Dari ulasan panjang di atas bikin penasaran buat nonton film Marvel yang kali ini mengangkat kisah cinta Thor
ReplyDeleteAku udah pernah nonton versi pertama. Keren banget. Pengen banget deh nonton versi lainnya. Di bioskop pasti lebih seru.
ReplyDeletepengen juga merasakan sensasi nonton filmya Marvel ini, apalagi ada perpaduan komedi, percintaan dan perang,pasti seru banget ya
ReplyDeleteUlasannya menarik banget. Jadi pengen nonton
ReplyDeletesebagai pecinta film marvel sangat cocok untuk di tonton ya mbak. Film berbalur komedi, cinta dan perang ini mengusung hal menarik yang bisa diambil hikmah. Aku yang belum pernah nonton film sebelumnya pasti enggak bisa membandingkan ya, so far review begini sangat membantu
ReplyDelete